Rahasia Dibalik Wudhu’

:::RAHASIA dibalik WUDHU::::

wudhu'

1.. Ketika berkumur, berniatlah kamu
dengan, “Ya Allah, ampunilah dosa mulut
dan lidahku ini”.

2.. Ketika membasuh muka, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, putihkanlah
muka ku di akhirat kelak. Janganlah Kau hitamkan muka ku ini”.

3.. Ketika membasuh tangan kanan,
berniatlah kamu dengan, “Ya Allah,
berikanlah hisab-hisab ku di tangan
kanan ku ini”.

4.. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah,
janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di
tangan kiri ku ini”.

5.. Ketika membasuh kepala, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, lindunganlah
daku dari terik matahari di padang Mahsyar dengan Arasy Mu”.

6.. Ketika membasuh telinga, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, ampunilah dosa
telinga ku ini”.

7.. Ketika membasuh kaki kanan,
berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim”.

8.. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, bawakanlah
daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau
dan bukan tempat-tempat maksiat”.

:::RAHASIA dibalik WUDHU::::

( WAJIB BACA)

Untuk pengetahuan bersama..

1.. Ketika berkumur, berniatlah kamu
dengan, “Ya Allah, ampunilah dosa mulut
dan lidahku ini”.

2.. Ketika membasuh muka, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, putihkanlah
muka ku di akhirat kelak. Janganlah Kau hitamkan muka ku ini”.

3.. Ketika membasuh tangan kanan,
berniatlah kamu dengan, “Ya Allah,
berikanlah hisab-hisab ku di tangan
kanan ku ini”.

4.. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah,
janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di
tangan kiri ku ini”.

5.. Ketika membasuh kepala, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, lindunganlah
daku dari terik matahari di padang Mahsyar dengan Arasy Mu”.

6.. Ketika membasuh telinga, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, ampunilah dosa
telinga ku ini”.

7.. Ketika membasuh kaki kanan,
berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim”.

8.. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah
kamu dengan, “Ya Allah, bawakanlah
daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau
dan bukan tempat-tempat maksiat”.

* TIGA CAHAYA DIHARI KIAMAT *

Di hari kiamat ada 3 cahaya yang berlainan :

Cahaya pertama seperti bintang-bintang.

Cahaya kedua seperti cahaya bulan.

Cahaya ketiga seperti cahaya matahari.

Apabila ada yang bertanya cahaya apakah ini? Lalu dijawab:

“Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus
bersuci dan mengambil air sembahyang apabila mendengar adzan.”

“Cahaya Yang kedua adalah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum adzan.”

“Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam mesjid sebelum adzan lagi.”

Advertisements

Tips Menghafal Al Qur’an

• Niat Ikhlas karena Allah dan hanya berharap pahala dari-Nya
• Memiliki motivasi yang kuat dan keinginan dari diri sendiri
• Menghafal di waktu kecil lebih utama dan lebih kuat melekat
• Memilih waktu yang

tepat untuk menghafal
• Memilih tempat yang tepat untuk menghafal
• Memakai satu jenis cetakan mushaf Al-Qur’an
• Dapat membaca dengan baik dan lancar dengan nada bacaan
• Proses menyambung ayat dapat menguatkan hafalan
• Mengulang-ulang bacaan dapat menjaga hafalan baru agar tidak keliru dan hilang

• Menghafal setiap hari secara rutin dan konsisten
• Tidak menghafal secara serabutan dan inkonsisten
• Menghafal secara perlahan-lahan dan teratur lebih baik daripada cepat dan tergesa-gesa

• Konsistensi pada ayat-ayat yang lafadznya hampir mirip dan mencegah tercampurnya hafalan
• Menjalin hubungan kuat dengan guru yang mengajari
• Memusatkan pandangan pada tulisan ayat-ayat ketika menghafal, agar ayat-ayat itu terekam di otak

• Mengamalkan isi Al-Qur’an dan meninggalkan maksiat
• Mengulangi hafalan secara rutin dan konsisten
• Memahami arti ayat-ayat yang dibaca dan menghayatinya
• Bertawakal kepada Allah, berdo’a dan memohon pertolongan kepada-Nya

Hadist

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang hamba meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak salih yang mendoakan kebaikan bagi orang tuanya.” (HR. Muslim, dinilai sahih al-Albani dalam al-Irwa’, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 45)

2.