Pilihan Jenis Vaksin

PILIHAN JENIS VAKSIN

Vaksin bertujuan sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai jenis penyakit tertentu. Selain vaksin kategori wajib yang biasa diberikan, masih banyak lagi jenis vaksin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Vaksin BCG (pencegah tuberkulosis/TBC), vaksin OPV (polio tetes), vaksin campak, dan vaksin DPT, sudah menjadi serangkaian jenis vaksin yang sudah populer di masyarakat.

Namun, ada beberapa jenis vaksin lainnya, yang baik untuk Anda ketahui, sebagaimana dilansir Health India.

Vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella)

Vaksin MMR memberikan perlindungan terhadap gondong (mumps), campak (measles), dan rubella (campak Jerman). Imunisasi ini biasanya diberikan pada anak usia di atas satu tahun.

Ada beberapa kontroversi seputar vaksin ini terkait isu dampaknya terhadap autisme dan penyakit inflamasi usus. Namun, sebuah studi oleh World Health Organization (WHO) telah menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan vaksin MMR kepada kondisi tersebut. Tetapi, anak memang mungkin bisa mengalami demam dan ruam selama tujuh hingga 10 hari setelah injeksi.

Vaksin hepatitis B

Sesuai namanya vaksin ini memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis merupakan infeksi virus yang mempengaruhi hati dan menyebabkan penyakit kuning dan komplikasi lain di hati. Saat lahir, jika ibu positif memiliki riwayat hepatitis B, bayi perlu divaksinasi dalam waktu 12 jam setelah kelahiran.

Vaksin HPV (Human Pappiloma Virus)

Untuk mencegah kanker serviks, dapat diberikan kepada anak perempuan di usia 10 tahun. Namun, telah terjadi perdebatan beberapa kali. Berkonsultasilah dengan dokter anak Anda, mengenai pro dan kontra vaksin ini.

Vaksin HiB

Untuk mencegah meningitis (infeksi pada otak) yang disebabkan karena virus influenza Hemophilus B.

Vaksin tifoid

Untuk mencegah infeksi bakteri yang disebut penyebaran tifus melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh air seni atau tinja orang yang terinfeksi. Dimulai dengan demam, sakit kepala, diare atau sembelit, naik bintik-bintik di dada, dapat menyebabkan pembesaran limpa dan hati.

Vaksin konjugasi Pneumokokus

Untuk mencegah meningitis pneumokokus yang mempengaruhi otak anak-anak atau pneumonia. Sayangnya biaya vaksin ini masih cukup tinggi, sehingga kebanyakan orangtua tidak memilih untuk vaksin ini.

IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines)

Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan. Pada dasarnya, sama dengan vaksin OPV (polio oral atau polio tetes), vaksin IPV ini berguna untuk mencegah penyakit poliomielitis.

Vaksin rotavirus

Rotavirus merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak dan menyebabkan kematian. Studi terbaru mengungkapkan vaksin rotavirus terbukti efektif dan memberikan perlindungan yang luas.

WHO merekomendasikan pemberian vaksin ini untuk mencegah infeksi rotavirus yang menyebabkan diare berat dan dehidrasi pada anak.

Vaksin influenza

Imunisasi influenza memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap flu musiman dan berlangsung selama satu tahun. Imunisasi influenza ini biasanya siap setiap tahun diharapkan pada musim hujan atau dingin.

Imunisasi influenza ini tidak mencegah infeksi virus lainnya yang dapat menyebabkan batuk, pilek, dan penyakit lainnya. Imunisasi ini hanya melindungi terhadap virus flu.

Advertisements

Kue Lapis

Bahan:

275 gram tepung beras
100 gram tepung sagu
300 gram gula pasir
1,2 liter santan cair
1/2 sdt garam
3 lembar daun pandan
5 lembar daun jeruk nipis
Pewarna kue hijau muda secukupnya
Pasta pandan
Pasta cokelat secukupnya

Cara Membuat:

Rebus santan dengan garam, daun pandan dan daun jeruk nipis. Aduk-aduk hingga santan tidak pecah. Angkat dinginkan. Buang daun pandan dan daun jeruk nipis.
Campur tepung beras, tepung sagu dan gula, tuangkan santan yang telah dingin sedikit demi sedikit sambil diaduk. Pastikan adonan menjadi licin tanpa gumpalan.
Bagi adonan menjadi tiga. Beri satu wadah dengan pasta cokelat, lalu pasta pandan di wadah lain. Jika pasta pandan masih pucat, tambahkan pewarna kue hijau muda secukupnya, aduk rata.
Siapkan loyang ukuran 18x18x18 yang telah diolesi dengan minyak goreng. Masukkan loyang dalam dandang yang telah mendidih.
Tuang sekitar 100 – 125 ml adonan warna putih. Masak selama lima menit, lalu tuang adonan warna hijau, begitu seterusnya selang seling hingga semua adonan habis.
Setelah adonan habis, kukus kue selama 30 menit, lalu angkat.
Potong-potong kue lapis sesuai selera, hidangkan

Lidah Kucing Pelangi

Bahan:

125 gram butter
125 gram margarin
160 gram gula halus
1 sdt vanilla
100 ml putih telur, suhu ruang
200 gram terigu protein sedang
50 gram maizena

Pewarna food grade (pewarna makanan): merah, orange, kuning, hijau, biru, ungu

Cara membuat:

1. Panaskan oven suhu 140-150’C. Siapkan loyang lidah kucing dan oles tipis dengan margarin. Sisihkan.
2. Campur dan ayak terigu dan maizena. Sisihkan.
3. Kocok butter, margarin dan gula halus sampai mengembang dan putih. Masukkan vanilla, kocok rata. Masukkan putih telur, kocok rata.
4. Masukkan campuran terigu dan maizena, kocok rata dengan kecepatan rendah hingga rata dan lembut.
5. Bagi adonan menjadi 6 bagian sama rata. Warnai masing-masing dengan pewarna makanan. Masukkan ke kantong segitiga (piping bag).
6. Semprotkan ke loyang, satu cookies 6 warna adonan segaris-segaris. Lakukan sampai adonan habis.
7. Panggang dalam oven hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan. Simpan segera dalam wadah kedap udara.

Cup Cake Kukus

bahan :

125 gram margarin
80 ml susu cair
2 butir telur
150 gram gula pasir
200 gram tepung terigu
30 gram cokelat bubuk
1 sdt soda kue
1 sdt baking powder

Cara membuat:

1. siapkan dandang untuk mengukus dan loyang muffin ukuran diameter 6 cm yang telah beri kertas cup

2. cairkan margarin bersama susu cair , masak hingga mencair dan hangat , tidak sampai mendidih,angkat

3. kocok telur dan gula , hingga gula hancur , tidak sampai berbuih banyak, masukkan tepung terigu , cokelat bubuk, baking powder dan soda kue. aduk rata

4. masukkan margarin leleh, aduk rata

5. tuangkan ke dalam loyang hingga hampir penuh dan kukus selama 20 menit hingga matang, angkat. SAjikan

Tip:

Pengukus harus dipanaskan dulu paling tidak 10 menit setelah air kukusan mendidih.

Blue Velvet Cake

Bahan:

10 Kuning telur, 5 putih (350 g)
150 g gula halus
120 g tepung terigu
10 g susu bubuk
10 g tepung maizena
15 g Starkies

Bahan B:

150 g Wijsman butter, lelehkan
20 g Hollman butter, lelehkan
Blue Toffieco Food Colour
¼ sdt Toffieco almond/blueberry

Bahan C:

100 g fresh cream
100 g cokelat putih

Bahan D:

200 g fresh cream
1/8 sdt Toffieco mint

Cara Membuat:

Panaskan bahan C di atas api hingga cokelat cair dan tidak mendidih. Angkat.
Simpan di dalam kulkas hingga dingin.
Kocok sampai mengembang dan simpan kembali di dalam kulkas.
Kocok bahan A hingga mengembang.
Masukkan bahan B dan aduk rata.
Tuangkan kedalam 3 buah loyang 20x4cm bulat, ratakan.
Panggang dengan suhu 180ºC selama 25 menit dan dinginkan.
Belah tiap kue menjadi dua bagian.
Olesi tiap permukaan cake dengan bahan C hingga 6 lapis.lalu tumpuk kembali.
Olesi sisi dan permukaannya dengan bahan D.
Hiasi sesuai selera.

Siomay Ayam Kuah

Bahan:

Siomay:

6 lembar kulit pangsit rebus, siap pakai
50 g wortel, serut halus
Adonan Isi, aduk jadi satu:
200 g daging ayam cincang
100 g udang kupas cincang
2 siung bawang putih, parut
1 sdm bawang merah goreng, gerus halus
1 sdm tepung terigu
1 sdm tepung kanji
1 kuning telur ayam
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
~
Kuah, rebus jadi satu:
500 ml kaldu ayam
1 siung bawang putih, cincang, tumis
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 sdm daun bawang iris kasar

Cara membuat:

– Siapkan mangkuk-mangku kecil tahan panas, oelsi sedikit minyak.
– Lapisi masing-masing dengan kulit pangsit.
– Isi dengan adonan isi hingga penuh.
– Beri wortel serut atasnya.
– Kukus dalam kukusan panas hingga matang. Angkat.
– Taruh dalam mangkuk saji.
– Tuangi Kuah panas, sajikan segera.

Kebab

Bahan

Tortila 1 buah
1 sdt Margarin
25 gram Selada , iris tipis
25 gram Timun , iris tipis
50 gram Irisan daging kebab *resep di bawah
1 sdt Saus tomat
1 sdm Mayones
25 gram Tomat , iris tipis

Bahan Tortila

350 gram tepung terigu
1 sdt garam
150 ml air hangat
100 ml minyak sayur

Bahan Daging kebab turki:

½ kg daging sapi, iris melintang serat
2 siung bawang putih
2 cm jahe
½ sdt ketumbar
100 cc yoghurt
3 buah cabai merah
Garam dan lada secukupnya
Cara membuat kebab turki:

Daging kebab: Pukul-pukul daging hingga agak melebar. haluskan cabai merah, bawang putih, jahe dan ketumbar. Campurkan daging sapi dengan bumbu halus. Beri yoghurt, garam dan lada secukupnya. Diamkan kurang lebih 10 menit. Setelah bumbu meresap, panggang sampai matang.
Tortila: Campur tepung terigu dengan garam, aduk rata. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit, lalu buat adonan yang dapat dibentuk. Tambahkan minyak sayur, dan uleni terus hingga kalis.Istirahatkan adonan selama 1 jam. Bagi menjadi 8 bagian.Ambil satu bagian adonan, pipihkan dan bentuk bulat.Panaskan 1 sdm minyak sayur dalam wajan pipih, masukkan adonan dan masak selama 1 menit, lalu balik, masak 1 menit, angkat. Sisihkan.Bungkus tortilla dengan aluminium foil, simpan dalam freezer, bila akan digunakan,panaskan dalam oven.
Letakkan tortila di atas piring, tata sayuran di tengah tortila dengan bentuk memanjang.
Semprotkan saus tomat dan saus sambal di atas sayuran.
Tambahkan daging kebab di atasnya, ratakan.
Semprotkan mayones di atas daging, gulung dan padatkan.
Panaskan margarin, panggang kebab turki hingga kecokelatan. Angkat.

Tip

tortilla sekarang dapat dibeli di supermarket, di gerai makanan beku